Home » Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkan Panu Dengan Mudah
Uncategorized

Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkan Panu Dengan Mudah

Tinea Versicolor atau panu merupakan infeksi jamur pada kulit yang menimbulkan bercak yang lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya. Penyebab panu sendiri merupakan infeksi jamur Malassezia yang di temukan pada permukaan kulit yang banyak mencari cara menghilangkan nya.

Biasanya jamur ini juga tak akan menyebabkan masalah kesehatan. Bahkan, faktanya ada banyak mikrobiota atau organisme mikroskopis yang termasuk jamur Malassezia yang hidup pada kulit serta bisa membantu melindungi tubuh dari infeksi serta patogen lainnya yang bisa menyebabkan penyakit atau bahaya.

Mikrobiota sendiri hidup berdampingan dengan sel – sel tubuh di dalam hubungan simbiotik. Tetapi, terkadang jamur ini juga bisa tumbuh di luar kendali serta mempengaruhi warna alami atau pigmentasi kulit.

Itulah kenapa kita akan mendapati bagian kulit warnanya lebih terang atau gelap dan biasa di kenal sebagai panu. Kondisi ini juga terjadi karena jamur dari famili Malassezia menyebabkan infeksi atau menekan sistem kekebalan tubuh kita.

Gejala Panu

Cara Menghilangkan Panu

Bercak kulit yang berubah warna merupakan gejala panu atau tinea versikolor yang sangat mudah di lihat. Biasanya bercak ini muncul pada lengan, dada, leher, maupun punggung. Lalu, ada beberapa tanda panu lainnya seperti:

  • Lebih menonjol dengan penyamakan
  • Lebih terang (biasanya) atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya
  • Merah muda, merah, cokelat
  • Cenderung menghilang dalam cuaca yang lebih sejuk dan kurang lembab
  • Kering, gatal, bersisik

Tinea Versicolor yang berkembang di orang dengan warna kulit gelap bisa menyebabkan kehilangan warna kulit, yang di kenal dengan hipopigmentasi. Untuk beberapa orang, kulit mungkin jadi lebih gelap di banding cerah.

Kondisi ini juga di kenal dengan hiperpigmentasi. Tetapi, beberapa orang yang mengembangkan panu mungkin juga tak punya perubahan yang signifikan dalam warna ataupun dalam penampilan kulit mereka. Selain perubahan warna, kulit juga bisa mengalami gatal. Itulah kenapa banyak orang yang mencari berbagai cara menghilangkan panu karena di anggap mengganggu.

Penyebab Panu

Cara Menghilangkan Panu di wajah

Walaupun panu sebenarnya tidak menular, namun penyakit ini memang bisa tumbuh dengan cepat di permukaan kulit. Dokter juga mungkin tidak yakin kenapa kondisi itu terjadi. Nah, beberapa faktor berikut sudah jelas bisa mendiring pertumbuhan jamur Malassezia pada kulit, termasuk:

  • Cuaca panas dan lembab
  • Kulit berminyak
  • Perubahan hormon
  • Keringat berlebih
  • Sistem kekebalan tubuh melemah

Panu sendiri juga bisa terjadi pada orang – orang yang punya latar belakang tenis namun kondisi ini biasanya dialami oleh remaja dan dewasa muda. Orang dewasa lebih mungkin mengembangkan panu kalau mereka mengunjungi daerah dengan iklim subtropis. Tapi jangan khawatir, karena ada berbagai cara menghilangkan panu sampai ke akarnya yang bisa kalian lakukan.

Baca Juga: Inilah Penyebab, Ciri, Dan Cara Mengatasi Kulit Kering!

Cara Menghilangkan Panu

Cara Menghilangkan Panu di badan

Munculnya panu pada beberapa bagian tubuh yang terbuka mungkin saja bisa membuat kita merasa tak nyaman atau risih. Kalau mengalami hal itu, maka kalian tak perlu khawatir. Ada beberapa cara menghilangkan panu di badan yang bisa kalian lakukan.

1.Kebiasaan Sehari – Hari

Cara menghilangkan panu di wajah bukan hanya dengan obat, namun juga bisa diatasi dengan mengubah kebiasaan sehari – hari. Nah, kebiasaan inilah yang harus kalian ubah:

  • Gunakan tabir surya setiap hari
  • Hindarilah menggunakan produk kecantikkan yang bisa membuat kulit jadi berminyak
  • Gunakan spektrum luas, formula tak berminyak dengan faktor perlindungan matahari minimum atau SPF 30
  • Gunakan kain untuk baju yang berbahan katun untuk mengurangi keringat
  • Kurangi paparan sinar matahari yang bisa memicu atau memperburuk suatu episode infeksi jamur Malassezia serta membuat ruam lebih terlihat
  • Jangan gunakan pakaian ketat
  • Kalau keluar di bawah sinar matahari, coba gunakan sampo anti jamur tiap hari selama beberapa hari sebelum terkena paparan sinar matahari.

2.Gunakan obat antijamur

Untuk kasus tinea versikolor atau panu ringan, kalian bisa gunakan lotion antijamur, salep, krim, ataupun sampo yang dijual bebas di berbagai apotek. Sebagian besar infeksi jamur juga merespons pada agen topikal ini dengan baik yang meliputi:

  • Krim atau lotion clotrimazole (Lotrimin AF)
  • Krim Miconazole (Micaderm)
  • Selenium Sulfide (Selsun Blue) 1% lotion
  • Krim atau gel Terbinafine (Lamisil AT)
  • Sabun seng pyrithione

Saat memakai krim, lotion, ataupun salep, cuci serta keringkan area yang terkena panu. Sesudah itu, oleskan tipis produk obat panu itu sekali / 2 kali sehari selama 2 minggu minimal. Jika memakai shampoo, bilas sesudah 10 menit. Kalau masih belum ada peningkatan atau kesembuhan panu setelah 4 minggu, segera temui dokter karena mungkin kalian butuh obat yang lebih kuat.

3.Pakai Minyak Esensial

Essential oils atau minyak esensial merupakan minyak hasil ekstraksi serta sulingan dari berbagai jenis tanaman. Berbagai minyak ini punya kandungan senyawa kimia yang mendukung siklus kehidupan dari tanaman tertentu.

Ada banyak sekali jenis minyak esensial yang punya sifat sebagai antijamur atau antimikroba. Artinya, minyak itu bisa melawan pertumbuhan patogen tertentu yang bisa merugikan kesehatan. Ada beberapa minyak esensial dari tanaman seperti citronella, serao, geranium, eucalyptus, dan peppermint yang sudah teruji khusus bisa melawan jamur dan cukup efektif.

Minyak pohon teh atau tea tree oil juga termasuk minyak esensial lainnya yang sudah menunjukkan kemampuan antijamur. Sedangkan minyak kayu manis, cengkeh, oregano, dan mint merupakan beberapa minyak esensial yang punya sifat antimikroba yang kuat.

4.Gunakan Obat Panu Dosis Tinggi Resep Dokter

Kalau panu yang kalian alami cukup parah atau tidak merespons kepada obat antijamur yang dijual bebas, maka kalian mungkin perlu obat dengan dosis yang tinggi dari resep dokter. Ada beberapa obat sediaan topikal yang bisa kalian oleskan ke kulit. Selain itu, ada juga obat yang bisa digunakan dengan cara ditelan. Contoh obat panu antara lain adalah:

  • Ketoconazole (Ketoconazole, Nizoral, lainnya) (krim, gel atau sampo)
  • Ciclopirox (Loprox, Penlac) (Krim, gel, atau sampo)
  • Flukonazol (Diflucan) (tablet atau larutan oral Tablet)
  • Itraconazole (Onmel, Sporanox) (kapsul atau larutan oral)
  • Selenium sulfide (Selsun) (losion atau sampo 2,5 persen)

Saat mengalami panu, sesudah perawatan berhasil, maka warna kulit kalian bisa saja tetap tak merata selama beberapa minggu atau bahkan berbulan – bulan. Infeksi jamur penyebab panu juga bisa kembali saat cuaca sedang panas dan lembab. Pada kasus yang presisten, kalian mungkin perlu minum obat sekali atau dua kali sebulan untuk mencegah infeksi berulang.

Itulah beberapa informasi serta cara menghilangkan panu. Tentu saja cara menghilangkan panu ini tidak bisa hanya dalam 1 hari saja ya, butuh kesabaran dan telaten untuk menghilangkan panu yang mengganggu ini. Semoga bermanfaat.